Nvidia Dikabarkan Setuju Akuisisi Hugging Face Senilai US$12,9 Miliar

Nvidia dilaporkan telah menyetujui pembelian Hugging Face, platform open-source AI terkemuka di dunia, dengan nilai transaksi sebesar US$12,9 miliar. Laporan ini berasal dari The Information yang mengutip sumber yang mengetahui detail kesepakatan tersebut.

Jika terwujud, akuisisi ini akan menjadi salah satu akuisisi terbesar yang pernah dilakukan Nvidia dan menandai langkah strategis perusahaan di bawah kepemimpinan Jensen Huang untuk memperluas pengaruhnya ke ekosistem perangkat lunak dan model AI open-source.

Apa Itu Hugging Face?

Hugging Face sering dijuluki sebagai “GitHub-nya dunia AI”. Platform ini menjadi pusat utama bagi developer untuk membagikan, mengunduh, menguji, dan mengembangkan model AI open-source serta dataset. Hingga 2025, komunitas Hugging Face telah mencapai sekitar 13 juta pengguna, dengan lebih dari dua juta model publik dan ratusan ribu dataset yang tersedia.

Perusahaan yang berbasis di New York ini didirikan pada 2016 dan sempat dinilai sebesar US$4,5 miliar pada putaran pendanaan 2023. Nvidia sendiri menjadi salah satu investor pada putaran tersebut. Saat ini, Hugging Face dilaporkan menghasilkan pendapatan tahunan sekitar US$150 juta dan mendekati profitabilitas.

Detail Kesepakatan dan Konteks

Laporan The Information menyebutkan bahwa kesepakatan sudah disepakati di angka US$12,9 miliar. Sementara laporan lain dari Business Insider menyebutkan bahwa pembicaraan serius berlangsung di valuasi di atas US$13 miliar, namun belum tentu sudah ditandatangani secara resmi. Baik Nvidia maupun Hugging Face belum memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut.

Menariknya, Hugging Face sebelumnya sempat menolak tawaran investasi sebesar US$500 juta dari Nvidia yang akan menempatkan valuasi perusahaan di angka US$7 miliar. Alasan penolakan saat itu adalah keinginan menjaga netralitas platform agar tidak dikuasai oleh satu investor dominan.

Mengapa Nvidia Tertarik?

Akuisisi ini dinilai strategis karena beberapa alasan:

  • Memberikan Nvidia kendali atas salah satu hub open-source AI terbesar di dunia.
  • Memperkuat posisi Nvidia di tengah persaingan, di mana perusahaan seperti OpenAI dan Anthropic mulai mengembangkan chip sendiri sebagai alternatif GPU Nvidia.
  • Memungkinkan Nvidia lebih dalam terlibat dalam ekosistem model dan developer, bukan hanya sebagai pemasok hardware.

Dengan pendapatan Hugging Face yang relatif kecil dibandingkan nilai transaksi, harga yang ditawarkan mencerminkan tingginya valuasi aset strategis di era AI, bukan semata-mata kinerja keuangan saat ini.

Kekhawatiran Soal Netralitas

Salah satu isu yang muncul adalah pertanyaan mengenai netralitas Hugging Face jika berada di bawah kendali Nvidia. Sebagai platform yang selama ini diposisikan sebagai infrastruktur terbuka dan netral bagi komunitas AI, banyak pihak khawatir akuisisi ini dapat memengaruhi cara model dan dataset dikelola di masa depan.

Di sisi lain, dukungan Nvidia terhadap open-source model sebelumnya sudah cukup kuat. Jensen Huang beberapa waktu lalu secara terbuka membela pentingnya model open-weight untuk inovasi dan keamanan.

Implikasi Lebih Luas

Jika kesepakatan ini benar-benar terwujud, Nvidia akan semakin memperluas jangkauannya dari sekadar pemasok chip AI menjadi pemain yang juga menguasai platform distribusi model open-source. Langkah ini sejalan dengan strategi Nvidia yang semakin aktif melakukan investasi dan akuisisi untuk mengamankan posisi di seluruh rantai nilai AI.

Dunia AI kini menunggu konfirmasi resmi dari kedua belah pihak. Apakah kesepakatan ini akan berjalan lancar atau masih bisa berubah, masih menjadi pertanyaan terbuka. Namun, laporan valuasi US$12,9 miliar saja sudah cukup untuk menunjukkan betapa berharganya infrastruktur open-source AI di mata pemain terbesar industri saat ini.

Recent Articles

spot_img

Related Stories

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay on op - Ge the daily news in your inbox