Indonesia semakin menarik perhatian investor global dan nasional dalam pembangunan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI). Sepanjang 2026, setidaknya delapan proyek data center berskala besar diumumkan atau dimulai, dengan total kapasitas mencapai ratusan megawatt hingga gigawatt. Lokasi tersebar di Bekasi, Cikarang, Purwakarta, Batam, Bintan, hingga wilayah lain di Jawa dan luar Jawa.
Gelombang investasi ini didorong oleh lonjakan kebutuhan komputasi AI, cloud computing, dan dorongan pemerintah untuk memperkuat kedaulatan data serta infrastruktur digital nasional.
Beberapa Proyek Utama
1. Digital Edge – CGK Campus (Bekasi)
Investasi mencapai US$4,5 miliar atau sekitar Rp80 triliun. Kapasitas awal 500 MW yang dapat ditingkatkan hingga 1 GW di kawasan Greenland International Industrial Center (GIIC). Gedung pertama ditargetkan beroperasi pada kuartal IV 2026.
2. BDx Data Centers – AI Campus 2 / CGK4 (Jatiluhur, Purwakarta)
Kapasitas terencana 640 MW dengan dukungan daya 845 MVA. Groundbreaking dilakukan 22 September 2026, meski kemudian dihentikan sementara karena proses AMDAL dan PBG belum tuntas. Gedung pertama berkapasitas 120 MW ditargetkan online awal 2027.
3. DayOne & Mitra – Kampus Hyperscale dan AI Factory (Batam)
DayOne meneken perjanjian listrik dengan PLN Batam sekitar 450–511 MW. Bersama Firmus dan Nvidia, disiapkan juga AI Factory berkapasitas 360 MW yang mampu menampung hingga 170.000 akselerator Nvidia.
4. CoreWeave
Mengumumkan rencana tiga fasilitas data center di Indonesia dengan total kapasitas 360 MW.
5. Telkom Group (NeutraDC) + Danantara
Menyiapkan pengembangan AI data center hingga 1 GW yang tersebar di Batam, Jabodetabek, Jawa, dan Manado, diperkuat dengan 26 edge data center di 21 kota untuk pemerataan kapabilitas komputasi nasional.
6. Oracle
Sedang menjajaki ekspansi besar di Batam dengan potensi investasi hingga US$6 miliar, mereplikasi model fasilitas yang sudah ada di Johor, Malaysia.
7. Google Cloud
Melanjutkan ekspansi setelah Jakarta Cloud Region berkontribusi signifikan terhadap perekonomian. Proyeksi kontribusi ekonomi lima tahun ke depan diperkirakan meningkat tajam.
8. Indosat Ooredoo Hutchison + Nokia + Nvidia
Menyiapkan AI factory berkapasitas awal 200 MW di Batang, Jawa Tengah, yang ditargetkan beroperasi pada paruh pertama 2027.
Proyeksi dan Tantangan
Kapasitas data center terpasang di Indonesia saat ini berada di kisaran 600–800 MW dan diproyeksikan terus meningkat. Beberapa pihak memperkirakan kapasitas dapat mencapai 1,5 GW dalam waktu dekat dan bahkan jauh lebih tinggi hingga 2030 seiring pertumbuhan permintaan AI.
Namun, tantangan tetap ada. Konsumsi listrik dan air yang sangat tinggi, kesiapan jaringan listrik, perizinan lingkungan, serta dampak terhadap masyarakat lokal menjadi isu yang harus dikelola dengan baik. Kasus penghentian sementara proyek BDx di Jatiluhur menjadi contoh nyata pentingnya kepatuhan terhadap regulasi.
Peluang bagi Indonesia
Dengan harga listrik dan lahan yang relatif kompetitif dibanding Singapura dan Malaysia, Indonesia memiliki peluang besar menjadi hub data center AI di Asia Tenggara. Dukungan pemerintah melalui Danantara, PLN, serta kebijakan digital menjadi faktor pendukung.
Keberhasilan proyek-proyek ini akan bergantung pada kecepatan perizinan, ketersediaan energi yang andal dan berkelanjutan, serta pengelolaan dampak lingkungan yang ketat.
Dunia infrastruktur digital Indonesia kini memasuki fase akselerasi. Bagaimana negara mengelola gelombang investasi data center AI ini akan menentukan posisi Indonesia dalam peta komputasi global di tahun-tahun mendatang.

